Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu
meredakan batuk anak? Sebagian besar batuk pada anak tidak berbahaya, terutama
yang timbulnya akut dan baru berlangsung sebentar. Hal-hal sederhana berikut
ini memang tidak dapat secara langsung menghilangkan batuk, namun paling tidak
anak dapat merasa lebih nyaman.
1. Tingkatkan kelembaban udara: Suhu dan kelembaban lingkungan di sekitar anak
perlu disesuaikan supaya anak merasa nyaman. Udara yang lembab akan mengurangi
iritasi saluran napas, serta mencegah lendir menjadi kering sehingga mudah
dikeluarkan.
2. Menghirup uap air hangat juga dapat membantu, namun jangan sampai terlalu
panas karena malahan dapat membuat udara semakin kering.
3. Banyak minum. Usahakan anak Anda mendapatkan banyak cairan untuk
mengencerkan lendir di tenggorokannya dan mengurangi demam. Air hangat yang
ditambahkan perasan lemon dan sedikit madu dapat membantu mengurangi rasa gatal
di tenggorokan. Sup ayam atau susu hangat juga baik diberikan pada si kecil.
4. Upayakan anak banyak beristirahat: Istirahat diperlukan agar kondisi
tubuhnya cepat kembali pulih seperti semula.
5. Jangan lupa, kebiasaan mencuci tangan perlu diajarkan pada seluruh anggota
keluarga sehingga dapat mencegah penularan penyakit.
Kapan perlu obat batuk?
Apabila setelah beberapa hari batuk tidak membaik, atau batuknya hebat dan
mengganggu tidur, dapat dipertimbangkan untuk memberikan obat batuk. Obat batuk
ada yang dapat dibeli bebas dan ada pula yang dengan resep dokter. Obat ini
boleh dipakai apabila dapat membuat anak merasa lebih nyaman, dan yang paling
penting obat tersebut tidak menimbulkan efek samping yang berat.
Tips menggunakan obat batuk
1. Hindari obat yang berkhasiat menyembuhkan banyak gejala (batuk, pilek,
hidung tersumbat, demam) kecuali semua gejala itu memang ada pada si kecil.
2. Ikuti petunjuk dokter mengenai jumlah dan frekuensi obat yang diberikan pada
anak. Jangan memberikan obat lebih banyak atau lebih sering daripada yang
dianjurkan dokter.
3. Jika membeli obat bebas, ikuti aturan dosis yang tertera pada kemasan obat.
Jangan mengkira-kira sendiri jumlah obat yang diberikan.
4. Ukur obat yang bentuknya sirup dengan menggunakan sendok obat. Kocok dahulu
botol obat.
5. Jika terlewat satu kali pemberian, berikan obat tersebut sesegera mungkin.
Namun jika waktunya sudah mendekati pemberian obat berikutnya, tunggu dan
berikan dosis selanjutnya.
6. Hubungi dokter jika terjadi efek samping obat misalnya sulit bernapas,
timbul merah-merah di kulit yang gatal, ngantuk berlebihan, gelisah, nyeri
perut, dan sebagainya. \
7. Simpan obat dalam suhu ruangan di wadah khusus yang tertutup dan terlindung
dari sinar matahari langsung, panas dan kelembaban. Jangan dibekukan di
freezer.
8. Simpan obat dengan aman, jangan sampai si kecil bisa bermain-main dengan
obat tanpa sepngetahuan kita
Berbagai macam obat batuk
Obat batuk pilek yang dijual bebas seringkali dikombinasi dengan obat turun
panas (misalnya parasetamol) dan pereda hidung tersumbat (dekongestan).
Berbagai macam obat batuk yaitu:
Penahan batuk
Bila batuknya sangat mengganggu, dokter seringkali memberikan obat antitusif
(bersifat menekan batuk) supaya nyaman dan tidurnya tidak terganggu. Obat ini
jangan diberikan terus-menerus, cukup bila batuk sangat hebat. Dextrometorphan merupakan
obat penekan batuk yang dijual bebas, bekerja dengan menaikkan ambang rangsang
batuk. Obat resep misalnya kodein yang merupakan turunan morfin, tergolong
dalam obat narkotik. Obat ini tergolong antitusif yang kuat. Cara kerjanya
yaitu menghambat refleks batuk sehingga hanya ditujukan bagi batuk kering,
gatal, nyeri dan mengganggu tidur. Obat ini jarang digunakan. Dosis besar dan
pemakaian berulang tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan ketergantungan
(adiksi).
Pengencer dahak atau expectorant
Tujuan pemberian pengencer dahak adalah mempermudah pengeluaran dahak,
menghilangkan iritasi, serta mencegah terangsangnya reseptor batuk secara
berlebihan. Bromhexin, guaifenesin dan amonium klorida dapat dibeli bebas.
Ambroxol dan asetilsistein merupakan obat resep.
Antialergi atau antihistamin
Obat ini bekerja dengan menekan pusat batuk batuk. Antihistamin dapat
mengurangi pilek yang disebabkan alergi. Efek samping obat ini yaitu mengantuk
seringkali bermanfaat untuk membuat anak banyak beristirahat. Efek samping lain
yaitu mulut dan hidung menjadi kering. Contoh obatnya ialah diphenhydramine dan
chlorpheniramine.
Dekongestan
Dekongestan atau obat batuk pilek sering dicapurkan ke dalam obat batuk.
Gunanya mengurangi gejala pilek atau hidung tersumbat, sehingga dapat meredakan
batuk yang disebabkan oleh tetesan cairan dari hidung (post nasal drip). Contoh
dekongestan yaitu pseudoephedrine. Kadang-kadang dapat timbul efek samping yang
ringan yaitu anak menjadi rewel dan agak sulit tidur.
Apakah antibiotik selalu diperlukan untuk batuk?
Sebagian besar batuk pada anak disebabkan virus, terutama common cold. Infeksi
virus tidak memerlukan antibiotika. Batuk karena common cold bisa berlangsung
sampai seminggu, jadi yang penting adalah memberi nutrisi yang cukup, banyak
istirahat, banyak minum (jangan minum air es), dan menjaga kelembaban udara
ruangan. Batuk disebabkan asma juga tidak memerlukan antibiotika. Tentunya asma
tidak akan sembuh dengan obat-obat biasa. Batuk karena asma memerlukan obat
khusus
Bijak-bijaklah sebelum memutuskan untuk memberikan obat batuk pada anak. Batuk
bukanlah musuh, namun justru diperlukan oleh tubuh. Bila benar-benar
mengganggu, barulah obat batuk boleh diberikan, namun perhatikan benar
dosisnya, jangan sampai berlebihan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar