Sabtu

SUSU RENDAH LAKTOSA

Laktosa berperan sebagai sumber energi atau kalori yang disebut juga sebagai gula susu. Laktosa berperan dalam pembentukan mikroflora usus yang diperlukan sebagai penghambat bakteri yang merugikan (patogen). Produk susu formula rendah laktosa umumnya diperuntukkan bagi mereka yang mengalami diare atau pemulihan sesudah sakit. Namun dalam beberapa kasus, ada juga anak yang kondisi pencernaannya memang tak tahan terhadap laktosa. "Gangguan" ini disebut /lactose intolerance /atau intoleransi laktosa atau dalam bahasa awamnya lambung yang bersangkutan tak dapat mencerna susu.
 
Intoleransi laktosa ini terjadi karena tidak ada atau minimnya enzim laktase ( /b-Galaktosidase /) dalam sistem pencernaan si anak. Karena ketidakmampuannya mencerna susu, tinjanya menjadi berair, berbusa dan berbau asam. Bukan cuma itu. Anak pun mengeluh perutnya sakit, kembung dan terasa mulas. Itulah mengapa anak dengan kondisi seperti ini dianjurkan untuk mengonsumsi susu rendah laktosa ( /low lactose /) atau bebas laktosa ( /free lactose /). Tentu saja sebelum mengonsumsi susu jenis ini, ada baiknya orang tua berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi anak untuk memastikan apakah si kecil memang perlu mengonsumsi susu ini atau tidak.
 
 
*SUSU KEDELAI *
 
Ada dua macam susu kedelai, yang berbentuk cair dan bubuk. Susu kedelai dipasarkan dalam kondisi "murni", artinya tanpa tambahan gula. Meski begitu, tak menutup kemungkinan ditambahkan gula atau penambah cita rasa seperti cokelat, pandan, stroberi dan sebagainya bila memang diinginkan. Perlu diketahui, untuk meningkatkan selera anak bisa juga ditambahkan gula sekitar 7 persen saja dari berat susu tersebut. Jika kadar gula terlalu banyak dari yang dianjurkan akan menyebabkan anak cepat merasa kenyang.
 
Susu kedelai sangat baik dikonsumsi, terutama bagi anak-anak yang alergi susu sapi atau mereka yang mengalami gangguan di saluran pencernaannya, semisal kekurangan atau tak memiliki enzim laktase hingga tak mampu mencerna laktosa. Dalam jangka panjang tak ada efek samping penggunaan susu kedelai ini, selama dikonsumsi dengan wajar.
 
Komposisi susu kedelai hampir sama dengan susu sapi. Lantaran itu, tak berlebihan jika susu kedelai bisa dijadikan pengganti susu sapi. Setiap 100 g susu kedelai mengandung kalori 41 kkal, protein 3,5 g, lemak 2,5 g, karbohidrat 5 g, kalsium 50 mg, fosfor 45 g, vitamin A 200 SI, vitamin B1 (tiamin) 0,08 mg, dan sebagainya. Secara umum, susu kedelai juga mengandung Vitamin B 2 , B 2 niasin, piridoksin, dan golongan Vitamin B yang tinggi. Vitamin lain yang juga terkandung dalam jumlah cukup banyak adalah Vitamin E dan K.
 
Jika dikonsumsi secara rutin susu kedelai dapat memberi tambahan nutrisi karena mengandung vitamin dan mineral esensial seperti kalsium dan zat besi. Disamping memberi tambahan energi untuk kegiatan belajar anak. Untuk balita, minum dua gelas susu kedelai dapat memenuhi 30 persen kebutuhan proteinnya per hari. Susu kedelai yang baik dan layak konsumsi tentulah harus bebas dari bau dan rasa /langu /kedelai, mempunyai kestabilan yang mantap, misalnya tak mengendap atau menggumpal.
 
 
*SUSU PENAMBAH ENERGI*
 
Beberapa produsen susu mengeluarkan produk susu "penambah energi". Kandungan kalori, protein, dan mineralnya memang lebih tinggi dibandingkan susu formula lainnya. Alhasil, energi yang masuk ke tubuh anak pun diyakini secara otomatis lebih tinggi. Selain itu, susu jenis ini memang lebih mudah diserap oleh pencernaan karena komposisi lemaknya berbentuk MCT ( /Medium Chain Triglycerides /). Bahkan, susunan asam amino yang terkadung di dalamnya pun tergolong lengkap untuk melakukan sintesa protein.
 
Biasanya, susu ini dikategorikan sebagai menu tambahan atau pelengkap. Namun mengingat kandungan zat gizinya memang terbilang komplet, susu penambah energi ini boleh dikatakan sebagai pengganti makanan. Meski demikian bukan berarti anak hanya mengonsumsi susu ini dan tak perlu lagi menyantap makanan yang lain.
 
Susu penambah energi sebaiknya diberikan pada anak yang nafsu makannya tergolong buruk atau rendah. Namun sekali lagi, alangkah baiknya jika orang tua lebih dulu berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi anak untuk mencari tahu apa penyebab buruknya nafsu makan si kecil. Apakah karena gangguan medis atau ada faktor psikologis, semisal bosan dengan menu makanan yang itu-itu saja maupun suasana makan yang tidak menyenangkan.
 
 
MAKANAN CAIR
 
Makanan cair berbentuk bubuk memang mampu memenuhi kebutuhan kalori.

Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar